Friday, July 23, 2010

KONFLIK

KONFLIK

A. PENGERTIAN
TOKOH Pengertian
Berstein Sesuatu yang tidak dapat dicegah
Dr.M.Z.Lawang Perjuangan untuk memperoleh nilai, status kekuasaan, dimana tujuan dari mereka yang berkonflik, tidak hanya memperoleh keuntungan, tetapi juga menundukkan saingannya
Drs.Ariyono Suryono Proses dimana 2 pihak berusaha menggagalkan tercapainya tujuan masing-masing yang disebabkan perbedaan pendapat, nilai-nilai / tuntutan menyisihkan lawan
James W.Vander Zanden Pertentangan tentang nilai / tuntutan hak atas kekayaan, kekuasaan, status, atau wilayah tempat pihak yang saling berhadapan bertujjuan saling menetralkan, merugikan / menyisihkan lawan
Soerjono Soekanto Prosese social dimana organisasi / kelompok manusia berusaha untuk memenuhi tujuan dengan jalan menantang pihak lawan yang disertai dengan ancaman dan atau kekerasan



B. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KONFLIK

a. Secara umum
- Perbedaan antarindividu : menyangkut perasaan, pendapat / ide tentang harga diri, kebanggaan, dan identitas seseorang
- Perbedaan latar belakang kebudayaan : kepribadian seseorang dibentuk di lingkungan keluarga, tidak semua memiliki nilai-nilai dan norma-norma yang sama
- Perbedaan kepentingan : menyangkut kepentingan ekonomi,politik,sosbud
- Perubahan social : bila terjadi terlalu cepat dapat mengganggu keseimbangan system norma dan nilai yang berlaku di masyarakat

b. Di Indonesia oleh J.Ranjabar
- Terjadi dominasi kelompok terhadap kelompok lain
- Terdapat persaingan dalam mata pencaharian
- Terjadi pemaksaan unsur-unsur kebudayaan
- Terdapat potensi konflik yang terpendam


C. BENTUK-BENTUK KONFLIK

a. Berdasar sifat
- Destruktif ( perasaaan tidak senang )
- Konstruktif ( perbedaan pendapat )

b. Berdasar posisi pelaku yang berkonflik
- Vertical ( antar komponen masyarakat )
- Horizontal ( antar individu )
- Diagonal ( ketidakadilan alokasi sumber daya ke seluruh organisasi )

c. Berdasar sifat pelaku yang berkonflik
- Terbuka ( diketahui semua pihak )
- Tertutup ( nhanya diketahui oleh pelaku )

d. Berdasar konsentrasi aktivitas manusia di masyarakat
- Konflik social ( perbedaan kepentingna social )
Vertical (antar masyarakat Negara)
Horizontal (antar etnis,suku,golongan)
- Konfllik politik (perbedaan kepentingan politik)
- Konflik ekonomi (perebutan sumber daya ekonomi)
- Konflik budaya (perbedaan kepentingan budaya)
- Konflik ideology (perbedaan paham yang diyakini seseorang)

e. Berdasar cara pengelolaannya
- Interindividu (emosi individu)
3 alternatif :
Konflik pendekatan-pendekatan (2 alternatif yang sama-sama aktif)
Konflik menghindari-menghindari (memilih tujuan yang sama-sama todak aktif dan tidak diinginkan)
Konflik pendekatan-menghindari (pilihan kombinasi multiple)
- Antarindividu (satu orang dengan orang lain, sifatnya kadang-kadang substantive, perbedaan gagasan, bersifat emosional)
- Antarkelompok (dijumpai dalam kenyataan)


D. DAMPAK ADANYA KONFLIK

a. Secara langsung
1. Timbul keretakan hubungna individu-individu, individu-kelompok, kelompok-kelompok
2. Perubahan kepribadian seseorang
3. Hancurnya harta benda dan korban jiwa
4. Lumpuhnya roda perekonomian
5. Betambahnya kemiskinan
6. Terhambatnya pendidikan formal-informal
b. Tidak langsung : dirasakan oleh pihak-pihak yang tidak terlibat secara langsung
c. Positif
1. Meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok
2. Muncul pribadi-pribadi yang kuat dan tahan uji
3. Membantu menhidupkan kembali norma lama dan menciptakan norma baru
4. Muncul kompromi baru bila pihak yang berkonflik dalam kekuatan yang seimbang


E. KONFLIK DAN KEKERASAN
Menurut KBBI :
Kekerasan adalah perbuatan seseorang atau kelompok yang menyebabkan cedera atau kerusakan fisik atau barang orang lain

4 kategori negara berpotensi konflik ( France Stewart)
Negara dengan pendapatan dan pembangunan manusia yang rendah
Negara yang pernah terlinat konflik serius dalam 30 tahun terakhir
Negara dengan tingkat perbedaan horizontal yang tinggi
Negara yang rezim referensinya berada dalam transisi rezim referensi yang lebih demokratis

♫ Teori kekerasan oleh Thomas Santoso
a. Sebagai tindakan actor (individu / kelompok)
 Karena factor bawaan seperti kelainan genetic / fisiologis
b. Structural
 Terbentuk melalui sistem social
c. Sebagai kaitan antara Aktor dan Strukur
 Sesuatu yang telah ditentukan sehingga bersifat endemic bagi kehidupan masyarakat

4 jenis kekerasan
- Tebuka (dapat dilihat)
- Tertutup (secara tidak langsung / tersembunyi)
- Agresif (untuk mendapatkan sesuatu)
- Defensive (untuk melindungi diri)
Terorisme ( Yonah Alexander )
Merupakan kebijakan yang dimaksudkan untuk menyerang dengan terror kepada mereka yang terhadapnya tindakan tersebut dilakukan, penggunaan metode intimidasi, fakta berupa peneroran atau kondisi diteror

♫ Cara pengendalian Konflik dan kekerasan
a. Secara umum
- Konsiliasi : melalui lembaga-lembaga yang dapat memberikan keputusan yang adil
- Arbitrasi : melalui pihak ketiga dan keduabelah pihak yang berkonflik menyetujui
- Mediasi :pihak-pihak yang berkonflik sepakat menunjuk pihak ketiga sebagai mediator
- Adjudication : penyelesaian konflik melalu penagdilan
b. Dengan manajemen konflik
- Cooperativeness : keinginan untuk memenuhi kebutuhan dan minat individu / kelompok lain
- Assertiveness : keinginan untuk memenuhi kebutuhan dan minat individu / kelompok sendiri

5 macam gaya :
a. Tindakan menghindari : bersikap tidak kooperatif dan tidak asretif
b. Kompetisi/komando otoritatif : menentang pihak lain
c. Akomodasi/meratakan : membiarkan keinginan pihak lain menonjol
d. Kompromis : upaya tawar-menawar untuk pemecahan yang dapat diterima kedua belah pihak
e. Kolaborasi/pemecahan masalah : untuk mencapai keuntungan masing-masing sesuai harapan

c. Hasil manajemen konflik
 Kalah-kalah (mencapai tujuan dan penyebab konflik tidak berubah)
 Menang kalah (mencapai keinginan dan mengorbankan pihak lain)
 Menang-menang (menguntungkan semua pihak yang terlibat)


F. Pendekatan untuk menghentikan konflik
a. Perdamaian melalui kekuatan ( menggunakan cara apapun yang diperlukan)
b. Pola control hukum (negosiasi dan perjanjian pengendalian senjata)
c. Keamanan bersama dan konflik tanpa kekerasan (konstruksi institusi yang menhambat munculnya sebab-sebab kekerasan)

Asumsi Pendekatan
- Tidak ada manusia ynag akan aman sampai setiap orang merasa aman
- Kekuatan diperlukan untuk mempertahankan perdamaian
- Penyelenggaraan masalah dengan cara kekerasan hanya menghasilkan kepuasan sementara
- Kekerasan struktur bisa menjadi destruktif seperti bentuk-bentuk kekerasan lainnya
- Konflik tidak harus menjadi suatu kemenangan dan kekalahan
- Perjuangan tanpa kekerasan secara moral dan strategi lebih bernilai daripada perjuangan dengan kekerasan

No comments:

Post a Comment

Post a Comment